Pembiasaan Sholat Duha

Setiap orang pasti ingin memiliki anak yang sholeh/hah. Namun saat ini, betapa banyak kita melihat perilaku anak yang jauh dari kata berbakti. Anak tidak mengakui orang tua, anak kasar pada orang tua, bahkan sampai ada anak yang tega membunuh kedua orang tuanya. Naudzubillah min dzalik. Tentu kita tidak ingin seperti itu bukan.  maka dari itu SIT Al-Madinah membiasakan akhlaq sedari dini,salah satunya dengan cara membiasakan anak-anak untuk sholat duha.

Sholat duha rutin dikerjakan disetiap harinya,dari unit SD sampai SMA.Biasanya dimulai dari pukul 08.30 WIB sampai dengan selesai.Berbicara tentang (dunia) pendidikan sejatinya tidak hanya mencakup aspek kompetensi semata. Lebih dari itu melalui proses pendidikan yang dilakukan selama kurun waktu tertentu diharapkan akan lahir insan-insan berakhlak mulia. Oleh karenanya sekolah sebagai tempat paling utama dimana proses tersebut dilakukan diharapkan mau dan mampu untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada para peserta didiknya. Meskipun demikian tujuan (mulia) tersebut tidak akan terwujud tanpa adanya political will yang kuat dari pengambil kebijakan di sekolah.

Membiasakan anak untuk melaksanakan shalat dhuha pada pagi hari merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan oleh pihak sekolah. Dengan menanamkan kebiasaan tersebut diharapkan akan mampu mendekatkan anak dengan Rabb nya. Pada dasrnya ada tiga keutamaan dari shalat dhuha berdasarkan hadits yang shahih.

Pertama, melaksanakan shalat dhuha dua rakaat di pagi hari pada hakikatnya sama dengan menyeru kepada kebaikan sekaligus mencegah perbuatan munkar (HR. Muslim). Artinya dengan membiasakan anak untuk shalat dhuha secara tidak langsung akan mendidik anak untuk selalu berbuat baik dan menjauhi apa-apa yang dilarang.

Kedua, dengan melaksanakan shalat dhuha sebanyak empat raka’at di pagi hari, niscaya Allah akan mencukupkan kebutuhan kita sepanjang hari itu (HR. Ahmad). Dalam konteks ini, kebiasaan melaksanakan shalat dhuha akan menanamkan keyakinan pada anak bahwa Allah akan senantiasa memenuhi kebutuhan kita selama kita dekat dengan-Nya.

Ketiga, orang yang senantiasa menjaga shalat dhuha maka akan digolongkan ke dalam orang-orang yang awwab atau kembali taat (HR. Ibnu Khuzaimah; hasan). Berdasarkan hadits tersebut, shalat dhuha yang dilakukan secara rutin secara tidak langsung akan menanamkan ketaatan anak terhadap aturan yang dibuat. Ketaatan tersebut tentunya dibutuhkan dalam sebuah proses pendidikan. Tanpanya tujuan (ideal) pendidikan seperti yang dicita-citakan akan sulit untuk tercapai.

Berdasarkan penjelasan diatas terlihat jelas betapa pentingnya membiasakan anak untuk melaksanakan shalat dhuha sebelum pembelajaran di kelas dimulai. Kebiasaan baik ini hendaknya tidak hanya dilakukan di sekolah-sekolah yang berlabel islam terpadu namun juga disekolah umum lainnya. Dengan begitu di masa yang akan datang diharapkan akan lahir sosok-sosok pemimpin bangsa yang berkualitas dan berakhlak mulia.

semoga dengan mengamalkan sholat duha, anak-anak menjadi orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat. Aamiin ya Rabbal alamin.


(Ramdhani Hamdhani disadur oleh Asrizal Nur Pratama )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Site Statistics